Pelantikan Pengurus Dewan Da’wah Lampung 2020-2025 dan Harapan Dakwah Masa Depan

Dewan Da’wah News, Lampung – Hari ini, Rabu, 2 September 2020, bertempat di Aula Dewan Dakwah Lampung telah dilaksanakan Pelantikan Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia provinsi Lampung untuk periode 2020-2025.

Acara ini diawali dengan laporan KH. Ansori, S.P. selaku ketua panitia acara pelantikan ini. Dalam laporannya, beliau memperkenalkan susunan Majelis Syuro Dewan Dakwah Lampung yang berjumlah 15 orang dan diketuai oleh KH. Hilmudin Sulani, Lc. Dewan Syuro ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi di antaranya ulama, pengusaha, akademisi, politisi, dan profesional. Bersama Majlis Syuro inilah nanti kepengurusan baru akan menyusun program kerjanya.

Kepengurusan baru ini dinahkodai oleh KH. Mukhlis Solihin yang telah berkiprah di Dewan Dakwah selama lebih dari 30 tahun. Sebagai wakil ketua terpilih KH. M. Yani Marjas telah berkiprah selama 25 tahun di Dewan Dakwah Lampung. Sedangkan KH. Ansori sendiri yang terpilih sebagai sekretaris telah bersama Dewan Dakwah sejak 20 tahun terakhir ini.

Dengan mengusung filosofi bertema Bersama Dakwah, Jayakan Lampung, Jayakan Indonesia; Dewan Dakwah Lampung mengangkat 70 orang pengurus baru yang akan melanjutkan peran pengurus sebelumnya. Menanggapi jumlah pengurus yang tak sedikit ini beliau berujar “Jumlah ini mungkin ‘cukup gemuk’ bagi sebuah organisasi, namun terlalu sedikit untuk suatu kerja dakwah”.

Acara ini diadakan dengan sederhana dan tak sampai dihadiri oleh 100 orang, mengingat kondisi pandemi sekarang ini. Tak ada perwakilan daerah dan pusat yang dihadirkan. “Namun jika para da’i dan jamaah yang bertebaran di seluruh Lampung dihadirkan mungkin akan ada 1000-2000 orang”, ujar beliau pula.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Drs.H. Juanda Naim, M.H. yang memberikan beberapa pesan dan harapan kepada Dewan Dakwah Lampung, yaitu

1. Agar menjadi organisasi terdepan dalam merajut kebersamaan umat atas dasar ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah dalam ikhtiar turut menjaga keutuhan NKRI, kesatuan dan kerukunan nasional, serta demi terwujudnya umat Islam yang berkualitas dan berkarakter Islam rahmatan lil ‘alamin.

2. Agar dapat menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan arus teknologi komunikasi digital seperti saat ini, sehingga dapat berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada; tidak hanya persoalan dakwah, tetapi juga persoalan ekonomi keumatan. Diharapkan dengan peran inilah masyarakat bisa merasakan kehadiran DDII.

3. Agar dalam menjalankan dakwahnya berkenan mengakomodir dan mempromosikan nilai-nilai budaya kearifan lokal Lampung sebagai salah satu media perekat umat selain sarana agama, misalnya Piil Pesenggiri (sejajar, berdampingan dengan orang lain) dan Muakhi(bersaudara walau memiliki perbedaan latar belakang).

Lalu sambutan berikutnya yaitu Gubernur Provinsi Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi yang dibacakan oleh Sekda provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, M.A. secara daring.

Gubernur mengharapkan agar Dewan Dakwah Lampung bisa berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat Lampung berjaya, yaitu masyarakat yang mempunyai kekuatan ekonomi dan bertaqwa pada Allah swt. Tidak hanya menyelesaikan masalah dakwah, melainkan juga menciptakan masyarakat yang beriman, bertaqwa, cerdas, dan berdaya saing dalam membangun.

Pengukuhan pengurus Dewan Dakwah Lampung ini dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Drs. Mohammad Sidik, M.A. dengan cara membacakan daftar nama-nama pengurus melalui jaringan digital zoom.

Dalam taujihnya pasca pengukuhan pengurus, Drs. Mohammad Sidik, M.A. juga mengingatkan kisah perjuangan M. Natsir selaku inisiator Dewan Dakwah. Di antaranya tentang latar belakang M. Natsir dalam mengajukan Mosi Integral karena ingin menyatukan negara-negara bagian yang ditinggalkan oleh Belanda, sehingga Presiden Soekarno pun menyebutnya sebagai Proklamasi Kedua. Lalu bagaimana dalam berdakwah M. Natsir tidak menyukai kegiatan-kegiatan yang ekstrimisme. Beliau menyukai keluwesan dalam berdakwah.

Drs. Mohammad Sidik juga mengingatkan peran Dewan Dakwah dalam menegakkan syariat Islam. Karena sebenarnya, syariat merupakan hal-hal yang sangat fundamental dan universal untuk diterapkan di setiap bangsa. Salah satunya adalah syariat yang bisa dipakai untuk menghadapi pandemi ini yaitu tentang bagaimana berwudhu, mandi, bersiwak dan lainnya yang berguna untuk menjaga kebersihan diri.

Di akhir taujihnya, Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat ini pun menyatakan bahwa Dewan Dakwah Lampung adalah salah satu Dewan Dakwah daerah yang terbaik dan bisa menjadi contoh bagi Dewan Dakwah daerah lainnya.

Untuk itu, beliau pun mengharapkan agar Dewan Dakwah Lampung bisa terus berkembang, salah satunya adalah dengan meningkatkan  Akademi Dakwah Indonesia (ADI) di Kota Metro menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) yang akan melahirkan da’i-da’i penyuluh agama untuk di Lampung sendiri dan berbagai daerah di luar Lampung.

Acara ini ditutup oleh Ketua Dewan Dakwah Lampung terpilih, K.H. Mukhlis Solihin dan dilanjutkan dengan penyematan sorban penghormatan kepada KH. Nazir Hasan yang telah memimpin Dewan Dakwah Lampung selama 20 tahun terakhir. Apa yang telah dilakukan beliau selama ini menjadi modal untuk melanjutkan dakwah di masa yang akan datang.

Semoga kepengurusan baru Dewan Dakwah Lampung ini mampu menjalankan amanah melayani umat menjayakan Lampung agar jaya negeri ini.

Editor: Tamam.