Majelis Ormas Islam Tolak RUU HIP

Dewan Da’wah News – Majelis Ormas Islam (MOI) menyatakan sikap ketidaksetujuannya terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini sedang hangat dibicarakan.

Dalam rilis yang dikeluarkan MOI pada Selasa 16 Juni 2020, dinyatakan bahwa RUU HIP tersebut bukan hanya tidak memenuhi unsur kebutuhan dan kedayagunaan, melainkan tidak sejalan dengan kedudukan Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Selain itu, MOI meminta pemerintah untuk mambatalkan RUU tersebut serta menghentikan segala bentuk pembahasan terkait dengannya.

Pernyataan sikap tersebut tidak MOI sampaikan begitu saja, melainkan ada sejumlah landasan logis dan filosofis yang tujuannya adalah demi masa depan NKRI yang lebih baik. Secara singkat ada dua garis besar penolakan MOI terhadap RUU HIP.

Pertama, konten RUU HIP mendistorsi kedudukan mulia agama disejajarkan dengan kebudayaan, keruhanian, dan aliran kepercayaan. Sementara kedudukan kemanusiaan yang adil dan beradab didistorsi menjadi manusia pancasila dan keadilan sosial semata. Sebaliknya memunculkan terminologi baru ke dalam ideologi Pancasila seperti humanisme dan kesetaraan gender.

Kedua, MOI mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak RUU tersebut secara keseluruhan sebab dapat dipahami adanya indikasi para penyelundup yang memasukkan pasal-pasal karet yang berpotensi memberi ruang bagi bangkitnya komunisme dan oleh karenanya meminta untuk dihentikan secara total mengingat adanya bahaya disintegrasi bangsa jika RUU tersebut terus dipaksakan.

Diketahui, MOI adalah wadah perkumpulan sejumlah organisasi masyarakat Islam di antaranya Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Al-Ittihadiyah, Persatuan Ummat Islam (PUI), Syarikat Islam, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, IKADI, Persatuan Islam (PERSIS), Al-Washliyah, Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, Perti dan BKSPPI.[tamam/DDN]